Badai Romantic Project – Terakhir Untuk Selamanya

Setelah melamar, apa jenjang berikutnya dalam sebuah hubungan cinta? Menikah. Menikah adalah pengucapan janji setia sehidup semati. Inilah yang hendak disampaikan Badai Romantic Project (BRP) lewat single ketiga band ini, “Terakhir Untuk Selamanya”. Lagu ciptaan Doadibadai Hollo ini menyambung karya lain yang telah dirilis sebelumnya, “Tak Denganku” (2016) dan “Melamarmu” (2017). Continue reading

Advertisements

Seandainya Aku Bisa Terbang – The KadriJimmo

Tidaklah mudah menginterpretasi ulang sebuah lagu yang memiliki branding yang sangat kuat apalagi lagu yang dibawakan oleh penyanyi asli, baik penyanyi solo atau group, sangat melekat dan terus melahirkan fans baru bagi penyanyi aslinya itu. Lagu “Seandainya Aku Bisa Terbang” ciptaan Yovie Widianto yang pertama dinyanyikan oleh group yang dipimpinnya, Kahitna, sangatlah melekat di benak pendengar musik Indonesia. Lagu yang dirilis di tahun 1994 di album pertama Kahitna, Cerita Cinta, sampai saat ini masih dinyanyikan banyak orang. Saat Kahitna manggung, lagu ini termasuk yang ditunggu. Continue reading

NonaRia – Menikmati Indonesia Masa Lalu

Di Ngayogjazz 2017 yang diadakan di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman pada 18 November ada group baru yang pertama kali tampil di sana. Namanya NonaRia. Mereka membawakan lagu-lagu Indonesia 70-an dan lagu-lagu rakyat dengan kemasan gaya jadoel berbalut sound kekinian. Bermain musik dengan santai, segar, menghibur, jenaka serta kocak dipertontonkan membuat penonton takluk dan meminta tambahan lagu, sebuah hal yang “menyita waktu” karena dalam sebuah festival semacam Ngayogjazz manajemen waktu sangatlah tertata rapi karena banyaknya penampil. Veni, Vidi, Vici. NonaRia datang, melihat dan menaklukkan (penonton). Continue reading

Jikustik – Tuhan Itu Ada

Dalam sebuah kesempatan manggung, Ariel (Noah) mengatakan beberapa Sahabat Noah menanyakan mengapa Noah tidak atau belum merilis album religi. Dijawab oleh Ariel bahwa lagu bersifat universal. Tergantung bagaimana kita menginterpretasikan lagu tersebut. Lagu yang liriknya biasa dan dianggap lagu cinta pun bisa saja diterjemahkan sebagai lagu religi. Continue reading

Tulus – Monokrom

tulus-2016-monokrom-signed-wm

Dua album yang dihasilkan Tulus menjadikannya ikon baru dunia musik Indonesia. Sembilan belas lagu dari dua album ditambah satu lagu (Seribu Tahun Lamanya) di album kompilasi Pongki Meets The Stars (2014) membuatnya sejajar dengan nama-nama penyanyi solo yang sudah eksis.

Kini, Tulus menambah perbendaharaan karyanya dengan merilis album baru bertajuk Monokrom yang berisi sepuluh lagu, dirilis 3 Agustus 2016 yang lalu. Tulus memberi warna tambahan pada musik Indonesia. Tiga album yang dihasilkannya menandaskan penyanyi ini memiliki konsep, tak sekedar mengikuti arus yang ada. Continue reading

Pelangi – Hivi!

Terbit tenggelam bagai pelangi
Yang indahnya hanya sesaat
Tuk ku lihat dia mewarnai hari

Cuplikan di atas berasal dari lirik lagu Pelangi milik Hivi!. Inilah sebuah single terbaru dari band anak muda yang belum lama ini harus berganti personil. Sebuah pergantian personil yang dirasakan tak mudah mereka terima karena personil sebelumnya sudah bersama mereka selama tujuh tahun tanpa masalah. Continue reading