Out Of The Blue – Chintana Jo

Out of the blue adalah sebuah frasa yang berarti tiba-tiba, tak diharapkan, atau di luar perkiraan. Ketika dijadikan judul lagu, pasti ada hubungannya dengan arti yang ada. Lalu, arti yang mana yang sesuai dengan judul lagu yang diciptakan Chintana Jo bersama Roedyanto Wasito dan dinyanyikan sendiri oleh Chintana?

Chintana adalah putri almarhum Ricky Johannes, vokalis Band Emerald. Tumbuh di lingkungan musikal, Chintana yang sekarang menempuh studi di perguruan tinggi sangat akrab dengan dunia musik. Bersama Roedyanto yang merupakan rekan almarhum ayahnya di band itu, mereka menghasilkan karya ini sebagai tonggak karir bagi Chintana.

Continue reading

Advertisements

Bintang Indrianto – Soul of Bromo

“Saya Bintang Indrianto, pemain bass Indonesia.”

Kalimat itu selalu diucapkan Bintang saat manggung baik di panggung kecil tak berbayar maupun panggung besar yang memberinya penghasilan dan kepuasan batin.

Bintang seorang pemain bass, dia tak pernah mengatakan bassist, yang sangat Indonesia. Dia menangkap inspirasi yang datang dituangkan menjadi komposisi yang Indonesia. Alat musik boleh berasal dari luar negeri tapi bagaimana selanjutnya alat musik menghasilkan produk yang Indonesia itulah yang sebaiknya dilakukan musisi Indonesia. Inilah concern almarhum Yockie Suryoprayogo yang berkali-kali disuarakannya. Bermain musik tak hanya meniru pola asal tapi perlu dikembangkan bahkan menghasilkan produk budaya Indonesia. Continue reading

Badai Romantic Project – Terakhir Untuk Selamanya

Setelah melamar, apa jenjang berikutnya dalam sebuah hubungan cinta? Menikah. Menikah adalah pengucapan janji setia sehidup semati. Inilah yang hendak disampaikan Badai Romantic Project (BRP) lewat single ketiga band ini, “Terakhir Untuk Selamanya”. Lagu ciptaan Doadibadai Hollo ini menyambung karya lain yang telah dirilis sebelumnya, “Tak Denganku” (2016) dan “Melamarmu” (2017). Continue reading

Seandainya Aku Bisa Terbang – The KadriJimmo

Tidaklah mudah menginterpretasi ulang sebuah lagu yang memiliki branding yang sangat kuat apalagi lagu yang dibawakan oleh penyanyi asli, baik penyanyi solo atau group, sangat melekat dan terus melahirkan fans baru bagi penyanyi aslinya itu. Lagu “Seandainya Aku Bisa Terbang” ciptaan Yovie Widianto yang pertama dinyanyikan oleh group yang dipimpinnya, Kahitna, sangatlah melekat di benak pendengar musik Indonesia. Lagu yang dirilis di tahun 1994 di album pertama Kahitna, Cerita Cinta, sampai saat ini masih dinyanyikan banyak orang. Saat Kahitna manggung, lagu ini termasuk yang ditunggu. Continue reading

NonaRia – Menikmati Indonesia Masa Lalu

Di Ngayogjazz 2017 yang diadakan di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman pada 18 November ada group baru yang pertama kali tampil di sana. Namanya NonaRia. Mereka membawakan lagu-lagu Indonesia 70-an dan lagu-lagu rakyat dengan kemasan gaya jadoel berbalut sound kekinian. Bermain musik dengan santai, segar, menghibur, jenaka serta kocak dipertontonkan membuat penonton takluk dan meminta tambahan lagu, sebuah hal yang “menyita waktu” karena dalam sebuah festival semacam Ngayogjazz manajemen waktu sangatlah tertata rapi karena banyaknya penampil. Veni, Vidi, Vici. NonaRia datang, melihat dan menaklukkan (penonton). Continue reading

Jikustik – Tuhan Itu Ada

Dalam sebuah kesempatan manggung, Ariel (Noah) mengatakan beberapa Sahabat Noah menanyakan mengapa Noah tidak atau belum merilis album religi. Dijawab oleh Ariel bahwa lagu bersifat universal. Tergantung bagaimana kita menginterpretasikan lagu tersebut. Lagu yang liriknya biasa dan dianggap lagu cinta pun bisa saja diterjemahkan sebagai lagu religi. Continue reading