Konser Sepenuh Cinta 2017 – Gita, Cita dan Cinta & Yogyakarta (bagian Kedua)

Waktu menunjukkan pukul 21.45. Bintang utama Konser Sepenuh Cinta (KSC) 2017 telah berada di panggung dan membuka penampilan mereka dengan mengajak penonton bekerja dengan cinta. KLa Project membawakan “Hey” dengan intro cuplikan puisi dari penyair besar Khalil Gibran dari bukunya Sang Nabi:

Kerja adalah cinta, yang ngejawantah
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cara
Hanya dengan enggan
Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita

Lagu berusia seperempat abad dari album Pasir Putih langsung menggebrak ruang pertunjukan dan menghadirkan tepuk tangan membahana dari penonton khususnya KLanese yang selalu merindukan penampilan group yang namanya besar karena judul lagu yang sama dengan nama kota ini, Yogyakarta. Continue reading

KLa Project – Grand KLakustik CD 1

KLa Project - 2014 GrandKLakustik 1 kodak wmBagi penggemar berat KLa Project seperti saya, tak menghadiri Konser Grand KLakustik pada 26 November 2013 sebagai konser 25 tahun mereka berkarya di industri musik Indonesia adalah sebuah kerugian besar. Ada penyesalan mendalam bagaimana saya tak menyaksikan para jendral itu beraksi. Namun sudahlah. Harus move-on dan tidak larut karena saya yakin idola saya tak akan melewatkan momen itu menjadi sebuah karya yang tak bisa dinikmati penggemarnya dalam bentuk lain sebagaimana mereka lakukan di tahun 1996 ketika mengadakan konser KLakustik. Continue reading

Adi – Sang Maestro di KLa

Pembawaannya yang pendiam dan cenderung “cool”, banyak KLanese yang berpendapat, Adi adalah mastermind dari karya-karya KLa Project. Kebenaran pendapat ini memang perlu dikonfirmasi padanya. Tapi, percuma saja. Ia pasti merendah dan akan mengatakan tidak. KLa adalah Katon, Lilo & Adi. Anyway, KLanese berhak berpendapat tanpa harus dikonfirmasi karena ini adalah sebuah proses pengamatan ribuan atau bahkan jutaan orang atas maha karya KLa Project. Memang perlu melihat bagaimana Adi memainkan jari-jemarinya di atas tuts kibor pada saat show, terutama pada lagu Semoga yang seringnya memberi ruang luas padanya untuk menunjukkan bahwa ia adalah pemain piano klasik.

Tj Singo
Pengagum KLa Project

KLa Project – ReinKLanasi Before The Show

reinklanasi 4 ed linkSetiap kali KLa Project manggung di Yogya, frasa pertama yang langsung muncul di benak adalah “pulang ke kotamu”, 3 kata cuplikan lirik lagu ‘Yogyakarta’ yang menempatkan band ini sebagai super group dan menjadikan lagu itu sebagai branding dan trademark mereka.

Setiap kali manggung di kota ini, penonton selalu penuh. Meski tak sesering tampil di kota lain, Yogya memang punya tempat dan kesan tersendiri bagi para personil KLa Project: Katon Bagaskara, Lilo Romulo & Adi Adrian. Karena lagu yang inspirasinya dari kota ini, mereka mendapat berbagai penghargaan. Salah satunya dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat,  Sri Sultan Hamengku Buwono X. Continue reading

KLa Project – Greatest Hits

KLa Project - 2013 Greatest Hits wm 2Beberapa jam sebelum Konser Satu Hati KLa Project di Yogyakarta, 8 Desember 2012, saya mendapat kesempatan ngobrol dengan Adi Adrian sang pemain kibor band favorit saya, KLa Project di suite room hotel tempatnya menginap sekaligus melakukan pertunjukan malam itu. Sungguh suatu kebahagiaan buat saya bisa berbicara secara pribadi di kamar hotel meskipun harus dilalui dengan terjebak di lift cukup lama yang mengantar saya ke lantai kamar itu.

Kami berbicara tentang musik Indonesia khususnya KLa Project dan rencananya di tahun 2013, yang merupakan usia 25 tahun KLa Project. Adi menegaskan perhitungan 25 tahun adalah usia KLa Project berkarya, terhitung sejak single pertama mereka, Tentang Kita, mulai dirilis di album 10 Bintang Nusantara. Perumusan ini menjadi ukuran usia KLa Project, bukan usia sejak awal mereka berdiri. Tulisan tentang pertemuan dengan Adi Adrian selengkapnya bisa dibaca di sini. Continue reading

KLa Project – Tak Bisa Ke Lain Hati

KLa Project 2010 wm
Intro
Di dunia industri musik Indonesia, di tahun 80an sampai 2000 awal, label (recording company) sering memproduksi album kompilasi sebagai tes pasar untuk group atau vokalis baru yang memulai karirnya. Beberapa tahun lalu ketika NSP alias RBT (Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone) sedang jaya, musisi bisa menjual singlenya untuk dibeli lewat NSP. Saat ini, group atau vokalis baru yang hendak memasuki dunia industri musik, bisa melempar single dengan beberapa cara. Mereka bisa mengunggah di laman tertentu untuk diunduh secara gratis, atau mengirimkannya ke radio-radio untuk diputar. Dari pemutaran single itu, diharapkan mereka mulai dikenal dan akhirnya bisa membuat album. Continue reading