Trie Utami – Kekasih Bayangan

sumber foto: dokumentasi Trie Utami

Banyak yang mengenalnya sebagai vokalis band Krakatau, Trie Utami adalah seniman tulen serba bisa yang menguasai banyak hal. Menyanyi, pasti. Dia juga bisa memainkan piano klasik, menari, melukis, dan juga bermain teater. Trie Utami yang seorang multi lingual (menguasai beberapa bahasa asing) adalah juga seorang guru vokal, penulis buku dan juga pencipta lagu. Lagu-lagunya bertebaran di album-album Krakatau, album-album solonya dan juga dibawakan oleh beberapa penyanyi Indonesia seperti Harvey Malaihollo dan Titi DJ. Perjalanan musikalnya menghasilkan banyak album baik bersama Krakatau, 7 Bintang, Rumpies, Canizzaro, kolaborasi dengan beberapa penyanyi lain maupun album solo. Continue reading

Kuaetnika – Sesaji Nagari

“Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country.” – John F Kennedy

Kutipan di atas dicetuskan oleh Presiden John F Kennedy pada upacara pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-35 di tahun 1961. Kalimat tersebut menjadi kontekstual diterapkan saat ada warga negara “menggugat” pemerintah yang dirasakan tak memberi apa-apa. Pemerintah yang sudah melakukan banyak hal untuk mengangkat kehidupan rakyat masih dirasa kurang sehingga yang terjadi adalah tuntutan. Idealnya, seperti kutipan di atas, rakyat bisa melakukan sesuatu untuk negara.

Continue reading

Bintang Indrianto – Soul of Bromo

“Saya Bintang Indrianto, pemain bass Indonesia.”

Kalimat itu selalu diucapkan Bintang saat manggung baik di panggung kecil tak berbayar maupun panggung besar yang memberinya penghasilan dan kepuasan batin.

Bintang seorang pemain bass, dia tak pernah mengatakan bassist, yang sangat Indonesia. Dia menangkap inspirasi yang datang dituangkan menjadi komposisi yang Indonesia. Alat musik boleh berasal dari luar negeri tapi bagaimana selanjutnya alat musik menghasilkan produk yang Indonesia itulah yang sebaiknya dilakukan musisi Indonesia. Inilah concern almarhum Yockie Suryoprayogo yang berkali-kali disuarakannya. Bermain musik tak hanya meniru pola asal tapi perlu dikembangkan bahkan menghasilkan produk budaya Indonesia. Continue reading

NonaRia – Menikmati Indonesia Masa Lalu

Di Ngayogjazz 2017 yang diadakan di Dusun Kledokan, Selomartani, Kalasan, Sleman pada 18 November ada group baru yang pertama kali tampil di sana. Namanya NonaRia. Mereka membawakan lagu-lagu Indonesia 70-an dan lagu-lagu rakyat dengan kemasan gaya jadoel berbalut sound kekinian. Bermain musik dengan santai, segar, menghibur, jenaka serta kocak dipertontonkan membuat penonton takluk dan meminta tambahan lagu, sebuah hal yang “menyita waktu” karena dalam sebuah festival semacam Ngayogjazz manajemen waktu sangatlah tertata rapi karena banyaknya penampil. Veni, Vidi, Vici. NonaRia datang, melihat dan menaklukkan (penonton). Continue reading

Jikustik – Tuhan Itu Ada

Dalam sebuah kesempatan manggung, Ariel (Noah) mengatakan beberapa Sahabat Noah menanyakan mengapa Noah tidak atau belum merilis album religi. Dijawab oleh Ariel bahwa lagu bersifat universal. Tergantung bagaimana kita menginterpretasikan lagu tersebut. Lagu yang liriknya biasa dan dianggap lagu cinta pun bisa saja diterjemahkan sebagai lagu religi. Continue reading

Tulus – Monokrom

tulus-2016-monokrom-signed-wm

Dua album yang dihasilkan Tulus menjadikannya ikon baru dunia musik Indonesia. Sembilan belas lagu dari dua album ditambah satu lagu (Seribu Tahun Lamanya) di album kompilasi Pongki Meets The Stars (2014) membuatnya sejajar dengan nama-nama penyanyi solo yang sudah eksis.

Kini, Tulus menambah perbendaharaan karyanya dengan merilis album baru bertajuk Monokrom yang berisi sepuluh lagu, dirilis 3 Agustus 2016 yang lalu. Tulus memberi warna tambahan pada musik Indonesia. Tiga album yang dihasilkannya menandaskan penyanyi ini memiliki konsep, tak sekedar mengikuti arus yang ada. Continue reading

Kahitna – Rahasia Cinta: Eksistensi, Konsistensi, Adaptasi Cerita Cinta

Kahitna - 2016 Rahasia Cinta wmMembeli sebuah album musik ibarat membeli satu set pensil warna. Tak seluruh warna dalam satu set itu – misalnya berisi 12 warna – terpakai. Namun pemilik pensil warna bisa membuatnya menggunakan seluruh warna secara optimal. Demikian halnya dengan membeli album musik. Tidak semua lagu dalam sebuah album yang umumnya terdiri dari sembilan sampai dua belas atau kadang ada yang empat belas dinikmati dan diberi cap “suka”. Ada satu atau dua lagu yang tak disukai (belum tentu tidak bagus). Tapi, bisa jadi seluruh lagu disukai dan selalu didengarkan. Sama halnya dengan satu set pensil warna yang tergambarkan di atas. Continue reading