15 Tahun Kerispatih – Dukungan Sepanjang Usia

Setiap pertambahan usia selalu dirayakan. Setiap pertambahan usia selalu ada harapan. Tak terkecuali pada sebuah band yang terus berkarya dan dalam perjalanannya mengalami perubahan berada di atas lalu di bawah. Hampir semua band mengalaminya termasuk Kerispatih. Continue reading

Andika Putrasahadewa – Pergi Dengan Indah

Hari ini, sebagaimana hari-hari lainnya, saya membuka hari dengan optimisme dan penuh semangat sampai menjelang tengah hari ketika salah satu anggota grup diskusi telepon pintar Mahapatih menyampaikan kabar duka yang menyesakkan. Tak percaya tapi nyata. Andika Putrasahadewa, bassist Kerispatih telah berpulang. Lemas seketika. Optimisme dan semangat berubah menjadi lunglai. Seorang idola yang berubah menjadi menjadi teman begitu cepat berpulang. Continue reading

Kerispatih 14 Tahun – Perjuangan Belum Selesai

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pengagum sebuah band selain melihat band idolanya terus bisa berjalan, menghasilkan karya-karya indah yang membuat kecintaan terhadap band itu terus tumbuh.

Perjalanan sebuah band adalah putaran sebuah roda. Posisi katub ban yang merupakan nyawa kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Sebagaimana hidup manusia pada umumnya, ini adalah hukum alam. Posisi katub di atas adalah simbol kejayaan. Sedangkan posisi katub di bawah adalah simbol kemerosotan. Tentu semua ingin selalu di atas dan bagaimana caranya supaya katub roda itu tetap berada di atas. Continue reading

Kurnia Candra – I Was Born To Sing

13 Febuari 2016 yang lalu, Band Kerispatih yang beranggotakan Andika sebagai bassist, Anton pemain drum, Arief pemetik gitar,  Badai pada kibor dan Fandy sang vokalis menggelar Konser Mahakarya Untuk Cinta di GoetheHaus. Konser dengan penonton terbatas 300 orang memenuhi kapasitas gedung itu. Sepanjang konser dari awal sampai akhir seluruh penonton tak ada yang tak bernyanyi. Mereka yang mencintai karya Kerispatih begitu antusias ikut menyanyi. Continue reading

Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 2 Dari 2 Tulisan)

Unforgettable Journey
Sebagai sebuah band yang sudah berusia 12 tahun, Kerispatih pasti mengalami masa pasang surut. Sebuah hal yang normal dan manusiawi. Berawal dengan formasi empat orang memainkan musik instrumental etnik, kemudian menambah vokalis, berubah menjadi band beraliran sweet pop dengan sentuhan rock. Menyajikan lagu-lagu cinta yang banyak menjadi soundtrack hidup banyak pendengarnya.

Tentu perjalanan mereka tak lepas dari suka dan duka. Keceriaan dan perdebatan yang biasanya berkisar tentang aransemen lagu juga mereka alami. Biasalah. Kalau tanpa kerikil yang tersebar di jalan, sebuah perjalanan jadi tak asik. Sekaligus ini menjadi ujian bagi mereka bagaimana mereka bisa saling memahami satu sama lain yang berujung pada pendewasaan diri dan musik mereka. Continue reading

Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 1 Dari 2 Tulisan)

Kerispatih all album wm

Sejarah Singkat
Seandainya keempat pemuda bernama Andika, Anton, Arief dan Badai tak move on untuk menambah anggota band mereka, mungkin Kerispatih tak akan dikenal luas oleh pendengar musik Indonesia.

Keempat pemuda tadi, 12 tahun yang lalu, hanyalah sekumpulan mahasiswa Institut Musisi Indonesia yang menggubah lagu-lagu tradisional semacam ‘Kambanglah Bungo’, ‘Cublak Cublak Suweng’ dan beberapa yang lain menjadi lagu dengan musik instrumental etnik. Kemampuan mereka ini pertama kali ditunjukkan kepada umum pada tanggal 22 April 2003 di acara Farabi Sunday. Nama Kerispatih pun baru mereka putuskan sore hari di Hari Kartini 2003. Continue reading