Kerispatih 14 Tahun – Perjuangan Belum Selesai

Tak ada yang lebih membahagiakan seorang pengagum sebuah band selain melihat band idolanya terus bisa berjalan, menghasilkan karya-karya indah yang membuat kecintaan terhadap band itu terus tumbuh.

Perjalanan sebuah band adalah putaran sebuah roda. Posisi katub ban yang merupakan nyawa kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Sebagaimana hidup manusia pada umumnya, ini adalah hukum alam. Posisi katub di atas adalah simbol kejayaan. Sedangkan posisi katub di bawah adalah simbol kemerosotan. Tentu semua ingin selalu di atas dan bagaimana caranya supaya katub roda itu tetap berada di atas. Continue reading

Continue Or Leave? Catatan Atas Sebuah Kehilangan

Mencintai adalah kenikmatan. Mencintai dengan totalitas akhirnya melibatkan hati. Semua rasa cinta tertumpah sehingga yang ada adalah cinta buta. Tak ada cacat. Yang terbayangkan hanyalah yang indah saja. Ketika terjadi perubahan ekstrim, kecintaan itu tetap coba diperjuangkan agar tetap ada. Tapi jika tak bisa, pasrah adalah jawabnya. Mau lanjut mencinta atau meninggalkannya? Continue reading

Kurnia Candra – I Was Born To Sing

13 Febuari 2016 yang lalu, Band Kerispatih yang beranggotakan Andika sebagai bassist, Anton pemain drum, Arief pemetik gitar,  Badai pada kibor dan Fandy sang vokalis menggelar Konser Mahakarya Untuk Cinta di GoetheHaus. Konser dengan penonton terbatas 300 orang memenuhi kapasitas gedung itu. Sepanjang konser dari awal sampai akhir seluruh penonton tak ada yang tak bernyanyi. Mereka yang mencintai karya Kerispatih begitu antusias ikut menyanyi. Continue reading

Lagu Rindu Kerispatih – Tribute To Kerispatih Ala Kampayo XT

Bagi sebuah group band, seorang penyanyi solo atau pencipta lagu, acara tribute to atau salute to adalah sebuah apresiasi atas karya mereka. Acara ini menegaskan eksistensi atau popularitas karya mereka.

Itulah yang hendak disampaikan oleh Kampayo atau Keluarga Musisi Penyanyi dan Artis Panggung Yogyakarta yang secara reguler menggelar musik secara live di sebuah tempat bernama Warung Musik Kampayo (WMK). Di tempat ini, pengunjung menikmati sajian kuliner sambil mendengarkan musik yang tersaji oleh group band yang berbeda tiap harinya. Sajian musik terbukti membuat pengunjung betah berada di sana karena bisa request lagu-lagu kesukaan mereka atau sesekali menyanyi secara spontan. Continue reading

Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 2 Dari 2 Tulisan)

Unforgettable Journey
Sebagai sebuah band yang sudah berusia 12 tahun, Kerispatih pasti mengalami masa pasang surut. Sebuah hal yang normal dan manusiawi. Berawal dengan formasi empat orang memainkan musik instrumental etnik, kemudian menambah vokalis, berubah menjadi band beraliran sweet pop dengan sentuhan rock. Menyajikan lagu-lagu cinta yang banyak menjadi soundtrack hidup banyak pendengarnya.

Tentu perjalanan mereka tak lepas dari suka dan duka. Keceriaan dan perdebatan yang biasanya berkisar tentang aransemen lagu juga mereka alami. Biasalah. Kalau tanpa kerikil yang tersebar di jalan, sebuah perjalanan jadi tak asik. Sekaligus ini menjadi ujian bagi mereka bagaimana mereka bisa saling memahami satu sama lain yang berujung pada pendewasaan diri dan musik mereka. Continue reading

Kerispatih 12 Tahun – Berkarya Dengan Kejujuran Hati (Bagian 1 Dari 2 Tulisan)

Kerispatih all album wm

Sejarah Singkat
Seandainya keempat pemuda bernama Andika, Anton, Arief dan Badai tak move on untuk menambah anggota band mereka, mungkin Kerispatih tak akan dikenal luas oleh pendengar musik Indonesia.

Keempat pemuda tadi, 12 tahun yang lalu, hanyalah sekumpulan mahasiswa Institut Musisi Indonesia yang menggubah lagu-lagu tradisional semacam ‘Kambanglah Bungo’, ‘Cublak Cublak Suweng’ dan beberapa yang lain menjadi lagu dengan musik instrumental etnik. Kemampuan mereka ini pertama kali ditunjukkan kepada umum pada tanggal 22 April 2003 di acara Farabi Sunday. Nama Kerispatih pun baru mereka putuskan sore hari di Hari Kartini 2003. Continue reading

Badai – Love Life Woman

Badai - 2014 Love Life Woman cover wmDi setiap band, pasti ada hits maker, pencipta lagu yang menjadikan band tersebut dikenal karyanya. Bisa saja hits maker itu vokalis, pemain drum, gitaris, bassist atau pemain kibor. Di antara sekian banyak pemain kibor yang menjadi hits maker di industri musik Indonesia adalah Doadibadai Hollo atau lebih dikenal dengan nama Badai Kerispatih.

Badai merupakan nahkoda band Kerispatih. Dari 66 lagu yang ada di seluruh album Kerispatih sampai saat ini, hanya tiga lagu yang tidak diciptakan oleh Badai yaitu Kusesali Untuk Dirimu dan Kawan (album Tak Lekang Oleh Waktu) serta Cinta Putih (album Kejujuran Hati). Continue reading