Ngayogjazz – Kawah Candradimuka Komunitas Jazz

Kata ‘jazz’ menjadi kata yang seksi untuk ditempelkan pada pagelaran acara musik yang disebut festival beberapa tahun belakangan ini. Sebut saja International Jazz Day, Java Jazz, Jazz Atas Awan (Dieng), Jazz Goes To Campus, Jazz Gunung (Bromo), Jazz Traffic, Loenpia Jazz (Semarang), Ngayogjazz, Prambanan Jazz, Ramadhan Jazz Festival, TP Jazz (Bandung) dan lain-lain. Dari sekian pagelaran tersebut, beberapa menyematkan jazz sebagai tempelan saja.

Musisi jazz yang tampil di pagelaran tersebut bisa dihitung dengan jari dua tangan atau dengan prosentase yang jauh lebih kecil dibanding musisi yang tidak memainkan jazz. Mereka bermain di ranah non jazz namun sangat populer. Pada satu sisi, penampilan mereka bisa menarik lebih banyak penonton namun di lain sisi bisa juga menyesatkan para pendengar musik yang tanggung pengetahuan. Mereka akhirnya menggeneralisasi semua musik adalah jazz. Continue reading

Bintang Indrianto – Soul of Bromo

“Saya Bintang Indrianto, pemain bass Indonesia.”

Kalimat itu selalu diucapkan Bintang saat manggung baik di panggung kecil tak berbayar maupun panggung besar yang memberinya penghasilan dan kepuasan batin.

Bintang seorang pemain bass, dia tak pernah mengatakan bassist, yang sangat Indonesia. Dia menangkap inspirasi yang datang dituangkan menjadi komposisi yang Indonesia. Alat musik boleh berasal dari luar negeri tapi bagaimana selanjutnya alat musik menghasilkan produk yang Indonesia itulah yang sebaiknya dilakukan musisi Indonesia. Inilah concern almarhum Yockie Suryoprayogo yang berkali-kali disuarakannya. Bermain musik tak hanya meniru pola asal tapi perlu dikembangkan bahkan menghasilkan produk budaya Indonesia. Continue reading

Bintang Indrianto Trio ++ – Festival: When East Meets West

Bintang Indrianto Trio++ - 2015 Festival 3 wm

Festival, menurut Kamus Merriam Webster, memiliki definisi antara lain “sekumpulan pertunjukan yang ditata”. Melihat definisi tersebut dan cover album Festival oleh Bintang Indrianto Trio ++ maka cocoklah isi album tersebut disebut festival. Album yang awalnya hanya “kertas kosong” berisi delapan komposisi ini oleh Bintang Indrianto diserahkan pada Rhesa Aditya (Endah N Rhesa). Terserah mau diapakan. Continue reading