Tentang Hak Cipta

Beberapa saat yang lalu, Doadibadai Hollo atau lebih dikenal dengan Badai berbicara tentang UU Hak Cipta atau Intellectual Property Rights di media sosial Instagram. Yang menjadi poin adalah betapa miskinnya orang akan penghargaan hak cipta. Pelanggaran hak cipta terjadi entah karena ketidaktahuan, ketidakmautahuan atau kenaifan. Badai sedang membahas tentang hak cipta di lingkungan musik atau lagu walaupun sebenarnya pelanggaran hak cipta ini bisa juga terjadi pada bentuk karya lain seperti tulisan atau foto. Continue reading

Di Balik Panggung Jikustik Reunian

Waktu beranjak mendekati pukul 23.00. Beberapa orang yang bertugas di FOH (Front of House) pada pagelaran Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall, Yogyakarta masih serius menjalankan tugasnya mengatur agar gelaran ini sesuai naskah yang direncanakan dan tetap berjalan baik dan sempurna. Masing-masing masih berada di peralatan kendali tata suara dan segala hal yang mendukung kesempurnaan acara ini. Continue reading

Antara Vina Panduwinata, Trie Utami & Ruth Sahanaya

 

Ketiganya adalah penyanyi favorit saya. Ketiganya adalah penyanyi yang membentang waktu panjang dalam berkarya. Ketiganya adalah penyanyi yang konsisten dengan karirnya. Lalu apa yang hendak dibicarakan? Tulisan ini hendak menjabarkan karya-karya mereka dan semoga bisa memberikan masukan yang lebih produktif.

Urutan nama pada judul di atas dibuat lebih karena mencari rima yang nyaman dibaca. Tak ada alasan lain karena ketiganya memulai karirnya dalam waktu yang hampir bersamaan, era 80-an. Lagu-lagu yang disebutkan dalam tulisan ini hanyalah contoh karena tidak mungkin menuliskan semua lagu yang populer karena keterbatasan ruang tulis.

Sekarang waktunya “menguliti” karya masing-masing. Continue reading

15 Tahun Kerispatih – Dukungan Sepanjang Usia

Setiap pertambahan usia selalu dirayakan. Setiap pertambahan usia selalu ada harapan. Tak terkecuali pada sebuah band yang terus berkarya dan dalam perjalanannya mengalami perubahan berada di atas lalu di bawah. Hampir semua band mengalaminya termasuk Kerispatih. Continue reading

Doadibadai Hollo – Bertambah Usia dan Teruslah Berkarya

 

Kekaguman saya pada seorang Badai yang bernama lengkap Doadibadai Hollo tak bisa dipungkiri datang ketika saya mengidolakan Kerispatih sebagai band yang karyanya saya masukkan ke daftar koleksi milik saya. Bagi beberapa orang, mengidolakan sebuah band atau seorang penyanyi terjadi karena mereka suka pada lagu yang dibawakan oleh band atau penyanyi tersebut. Mereka berhenti di sana. Bagi saya kadang itu tak cukup. Sebuah karya lahir karena pencipta dan penciptaan. Orang di balik karya tersebut menjadi penting karena tanpa kreasinya, tak ada hasil yang bisa dinikmati. Continue reading

Padi Terlahir Kembali

Di saat group-group lain menggunakan kata ‘reunion’ untuk menandakan kembalinya mereka ke dunia musik Indonesia, Padi yang beranggotakan Ari pada gitar, Fadly sebagai vokalis, Piyu pada gitar, Rindra pada bass dan Yoyo pada drum memilih frasa ‘reborn’ saat menancapkan batangnya agar dapat kembali hidup dan dipanen dari ladang musik di negeri tercinta. Continue reading

Di Balik Panggung Krakatau Reunion Prambanan Jazz – Catatan Kecil Pengagum Krakatau

Di antara sekian banyak pengagum Krakatau, saya termasuk orang yang beruntung. Begitu mengagumi mereka sejak awal mereka merilis album diikuti album-album berikutnya yang totalnya hanya empat, saya yang dulu sangat berharap bisa bertemu dan mengenali mereka dengan dekat akhirnya bisa bertemu dan dekat. Dari Krakatau-lah saya bisa menikmati musik jazz yang dulu saya tidak suka.

Menonton mereka di panggung hanya terjadi satu kali pada masa mereka aktif. Itu terjadi di tahun 1987 tepatnya tanggal 24 Oktober di Sport Hall Kridosono. Masih teringat bagaimana suasana pertunjukan mereka di Yogyakarta yang dulu tak punya banyak pilihan untuk pertunjukan musik. Kerasnya volume suara yang memekakkan telinga membuat telinga berdengung ketika keluar dari tempat pertunjukan. Bagaimana mereka yang saat itu masih berusia belasan tahun sudah menjadi musisi yang luar biasa dan bagaimana saat lagu terakhir selesai dibawakan kemudian Trie Utami memeluk Indra Lesmana semuanya tak pernah hilang dari ingatan saya. Continue reading