Air Supply – Masih Menggeliat

Duo Air Supply asal Australia yang menyanyikan lagu-lagu cinta singgah di Indonesia dalam rangkaian konser tur memperingati 40 tahun usia eksistensi mereka di blantika musik dunia. Kali ini, mereka hanya melakukan pertunjukan di dua kota, Malang dan Yogyakarta.

Air Supply 40th Anniversary Tour Concert
Rabu, 11 Maret 2015, Grand Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta

Jika ukuran keberhasilan tontonan adalah keterlibatan penonton di pertunjukan dan jumlah tiket terjual, Air Supply sukses melakukannya di Yogyakarta. Menurut Anas Sahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia sebagai penyelenggara, 2000 tiket pada empat kelas habis terjual. Bahkan untuk kelas Platinum seharga Rp 1.500.000,00 yang untuk ukuran Yogyakarta adalah sebuah harga yang sangat mahal. Konser dimulai pukul 20.05 dengan ditandai gemuruh drum bak gempa bumi sebagai intro lagu ‘Even The Nights Are Better’. Konser berdurasi 90 menit ini menyajikan lima belas lagu. Persis seperti yang dijanjikan oleh Russel Hitchcock pada konferensi pers beberapa saat sebelum pertunjukan dimulai. Continue reading

Di Balik Panggung Jikustik Reunian

Waktu beranjak mendekati pukul 23.00. Beberapa orang yang bertugas di FOH (Front of House) pada pagelaran Jikustik Reunian di Grand Pacific Hall, Yogyakarta masih serius menjalankan tugasnya mengatur agar gelaran ini sesuai naskah yang direncanakan dan tetap berjalan baik dan sempurna. Masing-masing masih berada di peralatan kendali tata suara dan segala hal yang mendukung kesempurnaan acara ini. Continue reading

Jikustik Reunian – Sebuah Reuni Sesungguhnya

Grand Pacific Hall, Yogyakarta, 29 Maret 2019.

Sepuluh menit setelah pembawa acara Anang Batas dan Awang Adjiewasita membuka dan mengawali acara malam itu dengan introduksi berupa biografi singkat group yang menjadi bintang malam itu dengan canda dan plesetan yang sangat akrab dengan Yogyakarta, waktu beranjak ke sepuluh menit menuju pukul sembilan malam. Suasana gedung yang gelap gulita disertai suara-suara personil Jikustik formasi awal memasuki dunia industri musik Indonesia terputar. Suara Adhi Nurdin (Dadik), Adhitya Bagaskara (Adhit), Aji Mirza Hakim (Icha), Carolus Liberianto (Carlo) dan Pongki Barata (Pongki) terdengar memberikan pendapat tentang lagu “Maaf” disertai tulisan yang terpampang pada putaran rekaman video. Continue reading