Antara Vina Panduwinata, Trie Utami & Ruth Sahanaya

 

Ketiganya adalah penyanyi favorit saya. Ketiganya adalah penyanyi yang membentang waktu panjang dalam berkarya. Ketiganya adalah penyanyi yang konsisten dengan karirnya. Lalu apa yang hendak dibicarakan? Tulisan ini hendak menjabarkan karya-karya mereka dan semoga bisa memberikan masukan yang lebih produktif.

Urutan nama pada judul di atas dibuat lebih karena mencari rima yang nyaman dibaca. Tak ada alasan lain karena ketiganya memulai karirnya dalam waktu yang hampir bersamaan, era 80-an. Lagu-lagu yang disebutkan dalam tulisan ini hanyalah contoh karena tidak mungkin menuliskan semua lagu yang populer karena keterbatasan ruang tulis.

Sekarang waktunya β€œmenguliti” karya masing-masing. Continue reading

Merenda Kasih Supershow

Bagi sebuah group besar seperti Kahitna, memberi judul pertunjukan dengan mengambil judul karya yang dihasilkannya bukanlah hal yang sulit.

Di tahun ini, Kahitna mempertunjukkan konser yang diberi judul Merenda Kasih yang dimulai di kota Surabaya dan berlanjut di kota Solo beberapa hari yang lalu. Entah kota mana lagi yang akan disinggahi Kahitna untuk menggelar konser yang judulnya diambil dari karya yang ada di album mereka, album II (Cantik) tahun 1996. Continue reading

Merenda Kasih

Dua tahun lalu (baru) mendapatkan CD album Kaulah Segalanya (1992) yang memperlengkap koleksi karya Ruth Sahanaya berbentuk kaset & CD (kecuali album Pop Amboina yang hanya ada dalam bentuk kaset).
Dari album inilah Ruth Sahanaya mendapat penghargaan di Finlandia lewat lagu Kaulah Segalanya.
Di album ini juga terdapat lagu Merenda Kasih ciptaan Yovie Widianto yang juga dimasukkan ke album Kahitna II (Cantik), 1996.
Merenda Kasih diciptakan saat Kahitna masih merupakan “cafe to cafe” band di Bandung dan frasa itu akhirnya menjadi tajuk konser Kahitna yang sudah mereka pertunjukkan di Surabaya beberapa saat lalu dan akan ditampilkan di Solo pada tanggal 14 April yang akan datang.
Siap merenda kasih? 😍😍😍

 

Interpretasi Ulang Merenda Kasih

Sebagian (atau banyak) orang lebih suka menyebut lagu yang dinyanyikan orang lain sebagai recycle. Saya lebih suka mengistilahkan interpretasi ulang. Lagu adalah karya seni dan seni bukanlah sampah yang didaur ulang. Interpretasi ulang lebih melibatkan bagaimana seseorang memahami atau menghayati sebuah karya. Continue reading

Ruth: Tiga Kali Sepuluh (The Unheard Songs)

Ruth Tiga Kali SepuluhRuth: Tiga Kali Sepuluh (The Unheard Songs)

β€’ Penulis: Tamara Geraldine
β€’ Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
β€’ Cetakan: I, Mei 2015
β€’ Tebal: 280 halaman

 

Pada halaman sampul belakang, buku ini tertulis sebagai buku kategori Biografi/Social Science/Inspirasi. Mengapa biografi ini dikelompokkan juga sebagai inspirasi?

Sebuah biografi umumnya memang sebuah cerita hidup seseorang. Pengkategorian Inspirasi dimasukkan dalam buku ini karena buku ini memang tidak sekedar bercerita tentang seorang Ruth Sahanaya dari lahir sampai sekarang; perjalanan hidupnya sebagai seorang anak kemudian fase remaja lalu perjalanan karir, cinta dan rumah tangganya tapi juga bagaimana cerita Ruth bisa dijadikan sebuah contoh atau teladan untuk orang-orang yang berprofesi sama dengannya. Continue reading

Java Jive – Teman Sehati

Java Jive - 2013 Teman Sehati wmTahun ini, genap 20 Tahun Java Jive, band yang lahir dan sampai sekarang konsisten berdomisili di Bandung, berkarya di dunia musik Indonesia. Band yang beranggotakan Capunk pada gitar, Dany (vocal), Edwin penggebuk drum, Fatur (vocal), Noey pembetot bass dan Tonny pemain kibor pada awal rekaman kini kembali berformasi sama setelah di album ketujuh (Stay Gold) posisi Tonny digantikan oleh Aria Prass. Sebelum memiliki album rekaman, ada Netta KD pada vokal dan Micko (Protonema) pada gitar di formasi mereka. Continue reading

Krakatau – Tetap Gemilang

cover album all krakatau crop res
Jika diminta menyebut group band jazz Indonesia yang sampai sekarang namanya masih terpatri di dunia musik Indonesia, Krakatau jelas harus disebutkan. Group ini sampai sekarang masih ada namun genre yang dibawakan tak lagi sama dengan ketika mereka memulai menancapkan karirnya di dunia musik Indonesia. Krakatau yang sekarang merupakan group jazz bergenre ethno-kontemporer setelah sebelumnya berada di jalur fusion jazz. Perubahan ini terjadi sejak tahun 1995 setelah sebelumnya mereka bermain di aliran fusion jazz sejak 1985. Continue reading