Sastra – Pongki Barata

 

Memulai karir di dunia kreasi lagu bersama mantan grup bandnya, Jikustik, Pongki Barata termasuk salah satu pencipta lagu produktif dan banyak lagunya yang menjadi hits. Sejak album pertama Jikustik di tahun 1999 yang edar secara indie, Pongki menjadi tulang punggung band tersebut dalam menghasilkan karya. “Maaf” di album pertama Jikustik – Seribu Tahun – yang dirilis setahun setelah album indie memperkenalkan Pongki pada dunia industri musik Indonesia. Lagu “Setia” yang dirilis setahun setelahnya pada edisi repackage membuat namanya diperhitungkan. Continue reading

Berlayar Lagi – D’Cinnamons

Every cloud has a silver lining. Setiap kejadian ada hikmahnya. Ketika hikmah dimaknai sebagai hal positif, lahirlah hal produktif. Itulah yang terjadi di balik penciptaan lagu “Berlayar Lagi”, single terbaru dari D’Cinnamons yang merupakan single kedua di tahun ini.

Ismail Bonaventura atau yang lebih dikenal Bona menciptakan lagu ini di tahun 2017 saat berada dalam kondisi quo vadis, antara maju tak bisa, mundur pun tak mungkin. Saat itu, D’Cinnamons yang masih bergabung dengan major label disarankan untuk tidak merilis karya karena bisa jadi suasana industri yang sedang tidak kondusif namun sebagai musisi hasrat untuk menghasilkan karya selalu ada. Continue reading

Badai Romantic Project – Terakhir Untuk Selamanya

Setelah melamar, apa jenjang berikutnya dalam sebuah hubungan cinta? Menikah. Menikah adalah pengucapan janji setia sehidup semati. Inilah yang hendak disampaikan Badai Romantic Project (BRP) lewat single ketiga band ini, “Terakhir Untuk Selamanya”. Lagu ciptaan Doadibadai Hollo ini menyambung karya lain yang telah dirilis sebelumnya, “Tak Denganku” (2016) dan “Melamarmu” (2017). Continue reading

Seandainya Aku Bisa Terbang – The KadriJimmo

Tidaklah mudah menginterpretasi ulang sebuah lagu yang memiliki branding yang sangat kuat apalagi lagu yang dibawakan oleh penyanyi asli, baik penyanyi solo atau group, sangat melekat dan terus melahirkan fans baru bagi penyanyi aslinya itu. Lagu “Seandainya Aku Bisa Terbang” ciptaan Yovie Widianto yang pertama dinyanyikan oleh group yang dipimpinnya, Kahitna, sangatlah melekat di benak pendengar musik Indonesia. Lagu yang dirilis di tahun 1994 di album pertama Kahitna, Cerita Cinta, sampai saat ini masih dinyanyikan banyak orang. Saat Kahitna manggung, lagu ini termasuk yang ditunggu. Continue reading

Kasih Tak Memilih – Letto

Letto - 2016 Kasih Tak Memilih

Apa yang terbersit di benak ketika mendengar nama band Letto? Sebagian orang menjustifikasi Letto adalah band dengan lagu-lagu cinta. Cinta macam apa? Mayoritas orang menyempitkan pemahaman cinta sebagai perasaan suka antar dua orang berlainan jenis. Cinta antara pria dan wanita saja. Dalam konteks karya-karya Letto, bisa saja benar.

Tapi, Letto berbicara cinta tak hanya dalam konteks hubungan asmara antara dua insan manusia. Lebih dari itu, karya-karya Letto yang bertema cinta sebenarnya lebih universal dan filosofis. Pilihan kata dalam lirik-lirik lagu Letto tak jarang cukup mengernyitkan dahi meskipun bagi sebagian orang yang hanya bernyanyi tanpa menghayati, lirik mereka terasa ringan. Continue reading

Terbaik – Sita Nursanti

Terbaik - Sita Nursanti

Banyak cara bisa diungkapkan untuk menggambarkan sebuah perasaan. Perasaan kecewa, sakit hati atau putus asa. Penyebab adanya perasaan yang terjadi karena sebuah hubungan (cinta) bisa menjadi ide kreatif untuk dituangkan menjadi karya seni, baik itu puisi, novel atau juga lagu. Continue reading

Meski Tak Lama – Brian Prasetyoadi & Valentine Dunam

 

Di tahun 80an, ketika industri musik berjaya, sebuah produk bernama lagu single yang proses rekamannya dilakukan di studio rekaman milik label bisa dikumpulkan oleh sebuah label tersebut untuk dikumpulkan bersama lagu lain sehingga bisa dibuat sebuah album kompilasi. Kemajuan teknologi membuat proses pembuatan lagu tak lagi harus dilakukan di studio besar milik label. Studio rekaman tumbuh dimana-mana. Continue reading

Jatuh Hati – Raisa

Raisa. Lengkapnya Raisa Andriana. Vokalis wanita Indonesia yang saat ini banyak dibicarakan. Dia tak hanya punya modal wajah, tapi juga modal suara. Kemunculannya di dunia musik Industri Indonesia memang bagai oase di tengah keringnya vokalis wanita yang tenggelam karena tren boy band dan girl band yang hanya bermodalkan tampang tapi jangan ditanya kualitas suara.

Lewat album Raisa di tahun 2011 yang sukses, karir Raisa mulai menanjak. Tawaran manggung mulai berdatangan. Di tengah kesibukannya yang meningkat, dia tetap bertanggung jawab berkarya. Selang dua tahun, Raisa merilis album Heart To Heart yang makin menancapkan namanya. Continue reading