Ngayogjazz 2018 – Jazz Untuk Bangsa Yang Lebih Besar

Selalu saja ada yang berbeda dan baru ketika berada di Ngayogjazz, festival jazz ndeso ala Yogyakarta. Berlokasi di desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, di tahun ke-12 pelaksanaannya hari Sabtu, 17 November 2018, Ngayogjazz mengambil tema “Negara Mawa Tata, Jazz Mawa Cara”. Tema ini mengadopsi ungkapan (peribahasa) Jawa “Negara mawa tata, desa mawa cara”. Ungkapan asli diterjemahkan oleh Kris Budiman seorang akademisi, antropolog dan pemerhati budaya sebagai “negara memberikan atau membawakan tatanan bagi komunitas bangsa, yang membawa cara atau menjalani adalah desa di tingkat mikro.” Kris yang menyatakan bahwa tagline tahun ini sangat kontekstual dengan situasi sosial dan politik saat ini menerjemahkan Negara Mawa Tata, Jazz Mawa Cara sebagai jazz memberikan jalan atau cara menjadi bagian dari bangsa yang lebih besar. Continue reading

Prambanan Jazz 2018

“Pengalaman adalah guru terbaik.”

Pepatah ini menjadi pegangan bagi Rajawali Indonesia Communication (RIC) yang menyelenggarakan acara Prambanan Jazz untuk keempat kalinya di tahun 2018 ini. Setelah penyelenggaraan pertama dan kedua yang meninggalkan banyak kritikan dan pekerjaan rumah serta penyelenggaraan ketiga tahun lalu yang memunculkan “drama Korea” yang menghabiskan tenaga pikiran, tahun ini Prambanan Jazz jauh lebih tertata dan jauh lebih bagus serta memuaskan baik bagi penonton, penampil maupun penyelenggara. Continue reading

Konser Sepenuh Cinta 2017 – Gita, Cita dan Cinta & Yogyakarta (bagian Kedua)

Waktu menunjukkan pukul 21.45. Bintang utama Konser Sepenuh Cinta (KSC) 2017 telah berada di panggung dan membuka penampilan mereka dengan mengajak penonton bekerja dengan cinta. KLa Project membawakan “Hey” dengan intro cuplikan puisi dari penyair besar Khalil Gibran dari bukunya Sang Nabi:

Kerja adalah cinta, yang ngejawantah
Dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cara
Hanya dengan enggan
Maka lebih baik jika kau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka
Yang bekerja dengan suka cita

Lagu berusia seperempat abad dari album Pasir Putih langsung menggebrak ruang pertunjukan dan menghadirkan tepuk tangan membahana dari penonton khususnya KLanese yang selalu merindukan penampilan group yang namanya besar karena judul lagu yang sama dengan nama kota ini, Yogyakarta. Continue reading

Konser Sepenuh Cinta 2017 – Gita, Cita dan Cinta & Yogyakarta (bagian Pertama)

Konser Sepenuh Cinta (KSC) 2017 telah digelar pada hari Sabtu 9 Desember 2017 yang lalu di Grand Pacific Hall Yogyakarta. Sebuah event tahunan yang memiliki visi dan misi charity, culture, dan nationalism ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Tahun ini, konser ini memilih tema Gita, Cita, dan Cinta. Continue reading

Konser Sepenuh Cinta – Cinta Pada Siapa Saja

Yogyakarta. Banyak yang menyebutnya Indonesia Mini karena di kota ini terdapat jutaan orang yang berasal dari seluruh pelosok negeri ini termasuk orang-orang usia produktif dari pelajar sampai pasangan keluarga yang merupakan pasar dunia musik. Tak heran di kota ini sering terlaksana pertunjukan musik. Banyak musisi berpendapat Yogyakarta adalah salah satu kota tolok ukur keberhasilan bermusik. Di kota ini, apresiasi selalu ditunjukkan para orang muda. Continue reading

Padi Reborn: Kejayaan Yang Terlahir Kembali

Pemutaran sinetron “Menanti Sebuah Jawaban” di stasiun televisi SCTV pada Hari Sumpah Pemuda dan dilanjutkan Mega Konser Padi Reborn di RCTI pada Hari Pahlawan menjadi pertanda Band Padi terlahir kembali untuk pendengar musik Indonesia. Seolah menjadi jawaban “Menanti Sebuah Jawaban”, konser musik ini direspon oleh perusahaan rokok ClassMild dengan divisi kegiatan luar ruang AuthenticityFest. Continue reading